Get me outta here!

Jumat, 02 April 2021

ASESMEN PENILAIAN DAN HASIL BELAJAR

 


Pendahuluan

 Asesmen pembelajaran merupakan bagian integral dari keseluruhan proses belajar-mengajar Asesmen dilakukan guru sepanjang rentang waktu berlangsungnya proses pembelajaran (Henson & Eller (1999:457) Tiga kemampuan pokok yang harus dimiliki seorang guru : a) merencanakan kegiatan pembelajaran b) melaksanakan kegiatan pembelajaran c) menilai proses & hasil belajar siswa

Pengertian Pengukuran, Asesmen dan Evaluasi

 Pengukuran Allen & Yen (1979:24) :

 pengukuran adalah penetapan angka dengan cara yang sistematik untuk menyatakan keadaan individu. Guilford (1982:23) : pengukuran adalah penetapan angka terhadap suatu gejala menurut aturan tertentu Henson & Eller (1999:456) menyatakan : “ Measurement is the noun form of the word measure, which means to ascertain the dimentions, quantity, or capacity of.

Asesmen adalah proses pengumpulan informasi guna membuat keputusan (Anderson, 2003:xi) Popham (1995:3) mempertegas, bahwa ‘Educational assessment is a formal attempt to determine students’ status with respect to educational variables of interest’ Asesmen dapat juga didefinisikan sebagai proses dari pengumpulan dan pengujian informasi untuk meningkatkan kejelasan pengertian tentang apa yang sudah dipelajari oleh pebelajar dari pengalaman-pengalamannya (Huba dan Freed, 2000:8). Asesmen berhubungan dengan setiap bagian dari proses pendidikan, bukan hanya keberhasilan belajar peserta didik saja, tetapi mencakup semua proses mengajar dan belajar (Griffin & Nix (1991)

Asesmen (lanjutan) PP. No.19 Tahun 2005, tentang Standar Nasional Pendidikan, Pasal 1 angka 17 : asesmen/penilaian adalah proses pengambilan dan pengolahan informasi untuk menentukan pencapaian hasil belajar peserta didik. Dari beberapa pendapat tersebut dapat disimpulkan 4 hal pokok terkait dengan tindakan asesmen: (1) asesmen merupakan kegiatan mengumpulkan informasi karakteristik siswa yang dilakukan secara sistematis, (2) tujuan utama untuk menginterpretasikan perbedaan dalam pola- pola belajar siswa, (3) asesmen dapat membantu pengajar memfokuskan diri pada strategi mengajar yang efisien dan tepat, dan (4) asesmen pada dasarnya merupakan proses yang berlangsung terus-menerus.

Evaluasi Tyler seperti dikutip oleh Mardapi, D. (2004) menyatakan bahwa evaluasi merupakan proses penentuan sejauh mana tujuan pendidikan telah tercapai Stufflebeam (Fernandes 1994) mengatakan bahwa evaluasi merupakan proses penggambaran, pencarian, dan pemberian informasi yang sangat bermanfaat bagi pengambil keputusan dalam menentukan alternatif keputusan (judgement alternative).

Hubungan Pengukuran – Asesmen- Evaluasi

Johnson & Johnson (2006:5), bahwa asesmen dapat saja dilakukan tanpa evaluasi tetapi tidak akan mungkin melakukan evaluasi tanpa melakukan asesmen. Asesmen idealnya dilakukan secara terus-menerus, sedangkan evaluasi boleh jadi dilakukan cukup hanya sekali waktu. Pengukuran, asesmen, dan evaluasi bersifat hierarkhis dan simultan, maksudnya kegiatan tersebut dilakukan secara berurutan dan atau bersamaan, yaitu mulai dari mengembangkan instrumen pengukuran (tes maupun non tes), mengadakan pengukuran, kemudian melakukan asesmen (penilaian). Untuk kepentingan pengambilan keputusan mengenai prestasi peserta didik, dilakukan kegiatan evaluasi.

Tujuan dan Prinsip Asesmen

Popham (1995:4-13) asesmen bertujuan antara lain untuk: mendiagnosa kelebihan dan kelemahan siswa dalam belajar, memonitor kemajuan siswa, menentukan jenjang kemampuan siswa, menentukan efektivitas pembelajaran, dan mempengaruhi persepsi publik tentang efektivitas pembelajaran.

Dengan melaksanakan asesmen pembelajaran, guru dapat mendiagnosis kemudahan dan kesulitan belajar peserta didik, sekaligus memantau kemajuan belajarnya, sehingga secara tepat dapat menentukan peserta didik mana yang perlu pengayaan dan peserta didik mana yang perlu pengajaran remedial. Hal ini dilakukan untuk mencapai kompetensi yang dipersyaratkan. Di samping itu, guru dapat mengetahui seberapa besar tingkat kemampuan peserta didik dalam mencapai kompetensi yang dipersyaratkan. Dengan melaksanakan asesmen pembelajaran, guru mengetahui kekuatan dan kelemahan peserta didik dalam proses pencapaian kompetensi, sehingga guru dapat secara langsung memberikan umpan balik kepada peserta didik.

Guru dapat memberikan umpan balik untuk memperbaiki metode, pendekatan, kegiatan, dan sumber belajar yang digunakan, sesuai dengan kebutuhan materi dan kebutuhan peserta didik dengan mendasarkan pada hasil pemantauan kemajuan proses dan hasil pembelajaran. Di samping itu, guru juga dapat memilih alternatif jenis dan model penilaian yang tepat untuk pembelajaran. Hasil dari asesmen pembelajaran dapat memberikan informasi kepada orang tua dan komite sekolah tentang efektivitas pendidikan. Contoh hasil ulangan peserta didik dimintakan tanda tangan dan komentar orang tua. Informasi semua aspek kemajuan peserta didik dapat dipergunakan oleh guru untuk membantu pertumbuhan peserta didik menjadi anggota masyarakat dan pribadi yang utuh; dan memberikan bimbingan yang tepat kepada peserta didik untuk memilih sekolah atau jabatan yang sesuai dengan keterampilan, minat, dan kemampuannya.

Prinsip-prinsip Asesmen

1. Komprehensif (menyeluruh)

2. Berorientasi pada kompetensi

3. Terbuka, adil dan objektif

4. Berkesinambungan

5. Bermakna

6. Terpadu, sistematis dan menggunakan acuan patokan

7. Mendidik dan akuntabel

Teknik Asesmen Pembelajaran

Teknik Tes dan Non Tes Teknik Tes : Essay test dan Objective test Objective test Completion Test True False Test Matching Test Multiple Choice Test, etc

Teknik Asesmen Pembelajaran

Teknik Non Tes Penilain unjuk kerja Penugasan Portofolio Penilaian Sikap/afektif : misal skala sikap, minat dll. Teknik Asesmen Pembelajaran

Teknik Asesmen Pembelajaran

Teknik Non Tes Penilain unjuk kerja Penugasan Portofolio Penilaian Sikap/afektif : misal skala sikap, minat dll. Teknik Asesmen Pembelajaran

Contoh Instrumen penilaian unjuk kerja dalam mengukur volume air dengan menggunakan gelas ukur



Teknik, bentuk, domain dan ragam asesmen



Analisis Item Analisis item : penelaahan butir soal untuk mengetahui kualitas sebuah instrumen tes. Ada dua pendekatan : kualitatif dan kuantitatif Analisis Kualitatif Dilaksanakan berdasarkan kaidah penulisan soal. Dilakukan sebelum soal digunakan/diujikan. Aspek yang diperhatikan : materi, konstruksi, bahasa, dan kunci jawaban/ pedoman penskorannya

Analisis Kuantitatif Penelaahan butir soal didasarkan pada data empirik hasil try-out Umumnya menelaah : a) tingkat kesukaran, b) daya pembeda, c) validitas dan d) reliabilitas item

Soal Pilihan Ganda (PG) 1) Tingkat Kesukaran

Tingkat kesukaran : angka proporsi yang menjawab betul suatu butir soal. Semakin besar semakin mudah, sebaliknya semakin rendah berarti soal itu makin sukar. Indeks Tingkat Kesukaran 0.00 – 0.25 0.26 – 0.75 0.76 – 1.00 Sukar Sedang Mudah (Aiken .1994).

P = ------- N B = Jumlah peserta didik yang menjawab betul

Indeks tingkat kesukaran (P) dapat dihitung dengan rumus seperti berikut B P = N B = Jumlah peserta didik yang menjawab betul N = jumlah peserta didik P = Jumlah peserta didik yang menjawab benar dibagi jumlah keseluruhan peserta didik (proporsi peserta didik yang menjawab dengan benar)

2) Daya Pembeda (DB) atau Discriminatory Power (DP)

Daya Pembeda (DB) atau Discriminatory Power (DP) : indeks yang menunjukkan bagaimana pilihan jawaban membedakan peserta didik pandai dan yang kurang pandai. Henson & Eller (1999:478) (KA-KB) DB = 0,5 X J KA : jumlah peserta dalam kelompok atas (sekitar 30%, berdasarkan ranking skor total) yg menjawab benar KB : jumlah peserta dalam kelompok bawah (sekitar 30%, J : jumlah seluruh peserta tes kelompok atas dan kelompok bawah

Soal Uraian Menganalisis tingkat kesukaran dan daya pembeda tes uraian dilakukan dengan cara: Tentukan 25 % kelompok atas (KA) dan kelompok bawah (KB) Hitung jumlah skor KA dan jumlah skor KB Hitung P dan DB

P = ————————— 2n(skormaks — skormin) ∑A + ∑B — (2nskormin)

2n(skormaks — skormin) ∑A = jumlah skor KA ∑B = jumlah skor KB n= 25% peserta skormaks = skor maksimum setiap butir tes skormin = skor minimal setiap butir tes

27 ∑A — ∑B DB = —————————   n(skormaks — skormin) ∑A = jumlah skor KA ∑B = jumlah skor KB n = 25% peserta skormaks = skor maksimum setiap butir tes skormin = skor minimal setiap butir tes

 

Sumber : https://slideplayer.info/slide/2802696/

https://images.app.goo.gl/WQCrFaChrD1N3zb2A

Kamis, 11 Maret 2021

Stuktur, Fungsi dan Perkembangan Tumbuhan

 

 
jika ingin lebih jelasnya bisa kalina kunjungi link dibawah ini:
https://drive.google.com/file/d/1TXxdx5eNdEwmewyQoMLx0ekioL19dKD7/view
untuk lebih jelasnya lagi simaklah video berkut ini

 

Sumber Vidio : https://youtu.be/oWiWA4F-Fvw

Referensi : https://www.studiobelajar.com/sel-tumbuhan/

E-Learning


 

Apa Itu Blog? Pengertian dan Sejarah Blog

Anda pasti sudah sering mendengar tentang blog. Namun, jika Anda melontarkan pertanyaan, seperti ‘apa itu blog’, maka hanya segelintir orang yang bisa menjawabnya dengan benar dan tepat. Di artikel ini kami akan membahas informasi seputar blog, termasuk siapa saja yang bisa disebut blogger, mengapa sebaiknya membuat blog, perbedaan blog dan website, dan lain sebagainya.

Apa Itu Blog?

“Weblog” atau blog adalah website atau jurnal online yang memuat beragam informasi serta menampilkan postingan terbaru di bagian atas halaman. Konten atau postingan blog diperbarui secara berkala, dan biasanya dikelola oleh satu atau sekelompok kecil user. Meski diatur oleh banyak user, misalnya, pikiran dan opini yang dituliskan tetap berfokus pada satu topik. Inilah pengertian dan definisi blog secara umum. Hanya saja, belakangan ini garis perbedaan blog dan website semakin kabur.

Kegunaan dan Fungsi Blog

Ada banyak alasan mengapa orang atau perusahaan menggunakan blog. Sebagai contoh, Anda suka memelihara anjing dan ingin membagikan hobi serta kisah yang dimiliki ke audience di internet. Atau Anda sedang mempelajari efek kurang tidur dan ingin menuliskan hasil serta kesimpulan yang ditemukan. Atau mungkin Anda adalah seorang pebisnis dan ingin menawarkan produk yang dimiliki dengan menuliskannya di blog demi meningkatkan awareness dari audience yang lebih besar. Selain tentang alasan pembuatan blog, ada juga yang bertanya apakah benar kita bisa memperoleh penghasilan dengan mengonlinekan blog? Sama seperti website atau jurnal, blog juga memiliki struktur yang tidak kaku. Hal ini dikarenakan blog menawarkan berbagai macam desain dan bentuk, terlebih adanya update secara berkala. Namun, ada fitur yang standar dan terstruktur yang akan Anda sadari ketika membuka dan membaca blog.

Struktur

Struktur blog terdiri atas header yang memiliki menu dan/atau bar navigasi. Bagian konten utama menampilkan postingan blog terbaru atau yang dijadikan sorotan (highlight). Ada juga sidebar yang memunculkan profil media sosial author dan postingan terpopuler. Terakhir, footer memuat informasi, seperti kebijakan privasi, disclaimer, dan informasi kontak. Setiap aspek yang ada pada struktur berperan sangat penting dalam memudahkan para pengunjung situs untuk melakukan navigasi dan mencari konten.

Apa Itu Blogging?

Blogging adalah aktivitas menulis dan mengelola blog dengan memanfaatkan tool digital yang ada di internet agar sang blogger bisa menulis, membagikan, serta menautkan konten dengan mudah. Aktivitas blogging dimulai pada awal tahun 2000an di mana sejumlah blog berbau muatan politik bermunculan. Beberapa saat setelahnya muncul blog bertemakan how-to dan tutorial. Blog berbeda dari kegiatan jurnalis. Bahkan garis yang membedakan kedua aktivitas tersebut semakin jelas belakangan ini.

Sejak kemunculannya hingga saat ini, blogging sangat populer. Hanya saja, yang jadi pertanyaannya mengapa blogging bisa seterkenal ini? Awalnya blogging merupakan platform yang mainstream untuk berita dan informasi. Sama seperti koran yang muncul sebelum kehadiran blog, meskipun tingkat kenyamanan yang ditawarkan berbeda, blogging berkembang lebih cepat secara komparatif. Update informasi yang dilakukan terus-menerus dan blogger bisa mengikuti blog yang sesuai dengan minat dan hobinya menjadi dua dari sekian alasan mengapa orang-orang melakukan blogging. Pun adanya blog memudahkan para pembaca dalam mengikuti informasi, daripada harus membolak-balikkan kertas koran. ‘Kebangkitan’ blog memberi kesempatan bagi orang-orang yang ingin menciptakan sesuatu yang baru. Anggap saja blog seperti sebuah buku diari yang ingin Anda pamerkan ke teman-teman.

Siapa Itu Blogger?

Blogger adalah orang yang membuat dan mengelola blog, membagikan pandangan serta perspektif mereka ke audience secara online baik untuk tujuan pribadi maupun bisnis. Topik yang dibahas pun beragam, mulai dari kesenian hingga politik. Saat ini sudah banyak blogger yang terkenal dan menjadi ‘selebriti’ di dunia online dan juga offline. Sebagian orang menjadikan blogging sebagai profesi sampingan, sebagian orang lain memandang blogging sebagai karier utama mereka, sedang yang lainnya hanya menulis blog untuk menyalurkan hobi atau sebagai salah satu cara mengekspresikan pendapat mereka.

Menjadi blogger adalah profesi menyenangkan meski tak begitu mudah. Ia tidak harus berdiam diri di satu tempat jika ingin menulis konten. Bahkan ada blogger yang mengisi kontennya dengan melakukan perjalanan, tapi tentu saja ini tergantung dari jenis blog yang dibuat. Semenjak internet sudah dapat diakses dengan mudah dari mana saja, saat itulah siapa pun bisa menjadi blogger.

Kita sudah membahas sekilas kapan blog pertama kali muncul. Sekarang kami akan menjelaskan evolusi dan sejarah blog.

Sejarah Blog dan Blogging

Berbicara soal sejarah blog tidak bisa lepas dari istilah weblog. ‘Weblog’ merupakan istilah yang diciptakan oleh Jorn Barger pada tanggal 17 Desember 1997. Beberapa tahun kemudian, penyebutan ‘blog’ semakin santer terdengar. Konsepnya sendiri ternyata sudah berumur lebih dari dua dekade, yang kalau dalam ukuran internet bisa dianggap jutaan tahun. Blogging mulai muncul di permukaan pada awal milenia kedua. Contoh blog dan blogging memberi dampak yang cukup signifikan terlihat pada tahun 2002, tahun yang penting dalam sejarah blog. Karena blog masih baru, kemunculannya memunculkan kontroversi.

Saat itu ketidakberuntungan menimpa Heather B. Armstrong dan blognya dooce.com. Ia dipecat dari pekerjaan sehari-harinya karena kedapatan menulis tentang rekan-rekannya di blog pribadinya. Kasus ini menimbulkan kegemparan di komunitas blog dalam hal privasi di internet. Kini Heather menjadikan dooce.com sebagai sumber utama penghasilannya. Setidaknya pada akhirnya semua baik-baik saja.

 
sumber : https://www.hostinger.co.id/tutorial/apa-itu-blog
             https://youtu.be/bU-EOuGT5pw

LARUTAN

 

Perbedaan Koloid, Larutan, dan Suspensi

 

 

Sering kali pertanyaan mengenai perbedaan koloid, larutan, dan supensi. Karena memang jika dilihat sekilas tidak terlihat perbedaan. Jika dilihat campuran air dan sirup, tidak terlihat perbedaan antara dua komponen zat. Jika dilihat antara air dan susu, memang tidak terlihat perbedaan dari dua zat tersebut. Namun jika jeli melihatnya dan dalam waktu yang lama, maka akan terlihat perbedaan dari kedua komponen tersebut. Karena hal tersebut selalu ada zat komponen mengendap pada campuran air dan susu. Nah, contoh air dan sirup itu adalah termasuk larutan sedangkan contoh air dan susu adalah termasuk koloid.

Perbedaan Koloid, Larutan, dan Suspensi

Koloid adalah campuran bersifat antara larutan dan suspensi. Secara kasat mata terlihat mirip seperti larutan namun komponen penyusunnya masih dapat dilihat dengan mikroskop. Biasanya terlihat keruh. Contohnya air dan susu.

Larutan adalah campuran homogen yang terdiri atas pelarut dan zat terlarut yang tidak bisa dipisahkan lagi. Contohnya air dan sirup.

Suspensi adalah campuran heterogen. Suspensi masih dapat terlihat antarkomponennya tanpa menggunakan mikroskop, jika pada waktu yang lama, suspensi dapat mengendap. Contohnya air dan tanah.

Koloid

·         Heterogen

·         Dimensi antara 1 nm – 100 nm

·         Tersebar merata

·         Tidak memisah jika didiamkan

·         Dapat dilihat dengan mikroskop ultra

·         Tidak dapat disaring

Larutan

·         Homogen

·         Dimensi kurang 1 nm

·         Tersebar merata

·         Tidak memisah jika didiamkan

·         Tidak dapat dilihat dengan mikroskop ultra

·         Tidak dapat disaring

Suspensi

·         Heterogen

·         Dimensi lebih dari 100 nm

·         Mengendap

·         Memisah jika didiamkan

·         Dapat dilihat dengan mikroskop biasa

·         Dapat disaring dengan saringan biasa

 

 

Sumber : https://amru.id/perbedaan-koloid-larutan-dan-suspensi/

              https://youtu.be/8cpiDuIUHeQ

Selasa, 09 Maret 2021

BIOTEKNOLOGI


Pengertian Bioteknologi

    Bioteknologi merupakan teknologi yang memanfaatkan organisme atau bagian-bagiannya untuk mendapatkan barang dan jasa. Dalam perkembangan lebih lanjut, bioteknologi didefinisikan sebagai pemanfaatan prinsip-prinsip dan rekayasa terhadap organisme, sistem atau proses biologis untuk manghasilkan atau meningkatkan potensi organisme maupun menghasilkan produk dan jasa bagi kepentingan hidup manusia.


Macam dan Jenis Bioteknologi

  • Bioteknologi konvensional

    Bioteknologi konvensional merupakan bioteknologi sederhana yang menerapkan ilmu biologi, biokimia. Rekayasa yang terjadi masih dalam tingkat yang terbatas. Bioteknologi konvensional menggunakan jasad hidup secara utuh. Proses biokimia dan proses genetik terjadi secara alami. Manipulasi yang dilakukan dalam bioteknologi ini hanya sebatas manipulasi pada lingkungan dan media tumbuh serta tidak sampai pada tahap rekayasa genetika.

Seandainya ada, rekayasa yang berlangsung bersifat sederhana dan perubahan yang terjadi tidak tepat sasaran. Biotektologi konvensioanal tidak dipakai untuk pembuatan produk secara mahal dan menggunakan biaya yang relatif rendah, selain itu ilmu yang digunakan pun biasanya diwariskan secara turun-temurun.

Ciri-cirinya adalah dengan menggunakan cara-cara/teknik sederhana, tanpa menggunakan alat-alat yang banyak atau rumit, diproduksi dalam jumlah kecil serta tidak menggunakan metode/prinsip ilmiah. Bioteknologi ini biasanya hanya menggunkan satu mikroorganisme saja seperti bakteri dan fungi.

 

Sumber gambar : https://images.app.goo.gl/oZYmvXcrrbbbrAUL6

  • Bioteknologi modern

Bioteknologi modern telah menggunakan teknik rekayasa tingkat tinggi dan terarah sehingga hasilnya dapat dikendalikan dengan baik Teknik yang sering digunakan adalah dengan melakukan manipulasi genetik pada suatu jasad hidup secara terarah sehingga diperoleh hasil sesuai dengan yang diinginkan.

Teknik yang digunakan dalam bioteknologi modern adalah teknik manipulasi bahan genetik (DNA) secara in vitro, yaitu proses biologi yang berlangsung di luar sel atau organisme, misalnya dalam tabung percobaan. Oleh karena itu, bioteknologi modern juga dikenal dengan rekayasa genetika, yaitu proses yang ditujukan untuk menghasilkan organism transgenik Organisme transgenik adalah organisme yang urutan informasi genetik dalam kromosomnya telah diubah sehingga mempunyai sifat menguntungkan.

Ciri-cirinya adalah dengan menggunakan cara/teknik yang modern/baik, dengan menggunakan alat-alat yang canggih atau kompleks, diproduksi dalam jumlah yang besar serta menggunakan metode/prinsip ilmiah. Bioteknologi ini selain menggunakan mikroorganisme juga menggunakan bagian tubuh organisme lain seperti hewan atau tumbuhan.
Berbeda dengan bioteknologi konvensional, bioteknologi modern sudah memanfaatkan metode- metode mutakhir, yaitu :

A. Kultur Jaringan Tumbuhan

Kultur jaringan tumbuhan merupakan teknik menumbuhkembangakan bagian tanaman, baik berupa sel, jaringan, atau organ dalam kondisi aseptik secara in vitro. Kultur jaringan dapat dilakukan karena adanya sifat totipotensi, yaitu kemampuan setiap sel tanaman untuk tumbuh menjadi individu baru bila berada dalam lingkungan yang sesuai.

Dalam kultur jaringan, tanaman yang akan dikulturkan sebiknya berupa jaringan muda yang sedang tumbuh, misalnya akar, daun muda, dan tunas. Bagian tumbuhan yang akan dikultur disebut sebagai eksplan.

1. Teknik Kultur Jaringan
    Tanaman dengan teknik kultur jaringan dapat diperoleh dengan empat tahap sebagai berikut.

  1. Tahap inisiasi adalah tahap penanaman eksplan ke dalam media. Media yang digunakan adalah media cair yang terdiri dari zat nutrisi dan zat pengatur tumbuh.
  2. Tahap multiplikasi (perbanyakan kultur), eksplan akan tumbuh menjadi jaringan seperti kalus berwarna putih disebut protocorm like body (PLB).
  3. Tahap menghasilkan plantlet, PLB berkembang menjadi tanaman kecil yang disebut plantlet.
  4. Tahap aklimatiasi, plantlet dipisah-pisahkan dan dikultur dalam media padat. Setelah plantlet tumbuh menjadi tanaman yang sempurna, maka tanaman tersebut dipindah ke polybag.

Kultur jaringan akan berhasil dengan baik apabila syarat-syarat yang diperlukan terpenuhi. Syarat- syarat tersebut antara lain, yaitu :

  • Pemilihan eksplan sebagai bahan dasar untuk pembentukan kalus.
  • Penggunaan medium yang cocok
  • Keadaan aseptik.
  • Pengaturan udara yang baik.

2. Manfaat dan Kelemahan Kultur Jaringan
    Dengan melakukan kultur jaringan tumbuhan dapat diperoleh manfaat sebagai berikut.

  • Mendapat bibik banyak dalam waktu singkat yang identik dengan induknya.
  • Bibit terhindar dari hama dan penyakit.
  • Menghasilkan varietas baru seperti yang dikehendaki.
  • Mendapat hasil metabolisme tumbuhan (metabolit sekunder), misalnya karet, resin, tanpa areal tanaman yang luas dan tidak perlu menunggu tumbuhan dewasa.
  • Melestarikan tanaman-tanaman yang hampir punah.

Selain memiliki manfaat, kultur jaringan juga memiliki kelemahan-kelemahan yaitu sebagai berikut.

  • Diperlukan biaya yang relatif tinggi.
  • Hanya mampu dilakukan oleh orang-orang tertentu saja, karena memiliki keahlian khusus.
  • Bibit hasil kultur jaringan memerlukan proses aklimatiasi, karena terbiasa dalam kondisi lembap dan aseptik.
B. Rekayasa Genetika
  • Rekayasa genetika adalah suatu proses perubahan gen-gen dalam tubuh makhluk hidup. Rekayasa genetika dilakukan dengan cara mengisolasi dan mengidentifikasi serta memperbanyak gen yang dikehendaki.

    Berbagai teknik rekayasa genetika berkembang dimungkinkan karena ditemukannya :

    1. Enzim restriksi endonuklease yang dapat memotong benang DNA.
    2. Enzim ligase yang dapat menyambung kembali benang DNA.
    3. Plasmid yang dapat digunakan sbagai wahana memindahkan potongan benang DNA tertentu ke dalam sel mikroorganisme.


sumber vidio : https://youtu.be/hbE7UmtaBSk
 
a. Teknik Plasmid
Plasmid adalah gen yang melingkar yang terdapat dalam sel bakteri, tidak terikat pada kromosom. Teknik plasmid adalah penggunaan plasmid sebagai vektor dalam teknologi DNA rekombinan.
Contoh: bakteri penghasil insulin.

b. Teknik Hibridoma
Teknik hibridoma adalah penggabungan dua sel dari organisme yang sama atau berbeda sehingga menghasilkan sel tunggal berupa sel hibrid (hibridoma) yang mempunyai sifat gabungan kedua sel tersebut.
Contoh: dari sel kanker dan sel limfosit terbentuk antibodi monoklonal.

Manfaat antibodi monoklonal:
  • Untuk mendeteksi kandungan hormone korionik gonadotropin (HCG)
  • Mengikat racun dan mengaktifkannya
  • Mencegah penolakan jaringan terhadap sel hasil transplantasi jaringan lain 

 
C. Kloning
Kloning adalah teknik menghasilkan individu baru yang identik satu sama lain tanpa melalui proses perkawinan. Contoh: domba dolly, unta.

sumber gambar :https://images.app.goo.gl/D1dabQLAENfu3v9m8
 
Referensi : https://www.suara.com/tekno/2021/03/04/134239/pengertian-bioteknologi-ciri-produk-dan-jenisnya?page=all